Luka itu belum sembuh juga malah semakin tambah parah aku rasakan. Entahlah, mungkin memang aku yang terlalu sensitive, atau memang dia yang sengaja menyebalkan dihadapanku. Kenapa juga dia harus bersikap seperti itu, apa yang dia fikirkan???
Seburuk apa aku di matanya, sampai-sampai dia mampu berbuat seperti ini??
Sikapnya semakin tidak jelas, tiba-tiba baik dan kemudian menjengkelkan. Kalo memang tidak bisa bersikap baik denganku, tidak usah dipaksakan karena aku juga tidak mengharapkan itu lagi tapi aku juga tidak terima kalo kehadiran dan suaraku tidak dianggap ada selagi dia masih bisa melihat dan mendengarku, atau kalo dia memang tidak ingin bertemu lagi, aku ingin dia mengatakannya langsung di hadapanku, Mungkin dia berharap semua ini tidak pernah terjadi tapi apa kekuatannya untuk mengubah semuanya.
Dan ternyata seseorang yang pernah menguasai hati kita sepenuhnya sangat berpeluang untuk menyakitinya sampai benar-benar hancur…..



0 komentar:
Posting Komentar