Assalamualaikum dan met siang,
Akhirnya bisa lagi nulis di sini, kangen pengen ngeluarin isi hati. banyak hal yang terjadi sampai hari ini. kalo terakhir nulis keadaan aman sentosa dan lagi nikmatin waktu bersamanya, sekarang berbeda 360 derajat. aku memutuskan mengakhiri hubungan itu tepat sebulan yang lalu.
Banyak yang menyesali kenapa itu terjadi dan aku sendiri awalnya sulit mengambil keputusan itu, 1 minggu nunggu masalah ini diselesaiin tapi g' ada hasilnya. Pernah dibahas tapi tidak diselesaikan dan masalah sepele yang diabaikan itu ternyata cukup mampu mengakhiri apa yang sudah dijalani. aku nunggu perubahan darinya, mengurangi sifat egoisnya padaku, ngomong kasar dan menyalahkan orang lain, karena dia sudah berjanji. selama hubungan ini dijalani kembali, berkali-kali sifat itu memperkeruh suasana tapi aku coba untuk nerima dan bersabar nunggu dia berubah tapi g' ada hasilnya. kecewa, pasti sangat terasa tapi aku fikir mungkin semuanya karena aku juga.
Aku bukan perempuan yang dia butuhkan, tidak bisa mengimbangi perhatiannya, keterbukaannya dan semuanya. tapi aku memang seperti itu, bukan cuma dengannya tapi dengan yang sebelum-sebelumnya juga dan mungkin karena sifatku yang seperti itu juga, sampai pada akhirnya dia menilaiku setengah hati mencintanya. sakit, saat aku membaca pesan itu, pantaslah dia tidak mau berubah karena aku, dia tidak mempercayaiku.
Beberapa hari setelah berakhir, seorang teman mengirim sebuah pesan darinya. ungkapan perasaannya yang tidak bisa dia ungkapkan padaku. Dia mengakui kesalahannya tapi di depan orang lain, dan bagiku itu sudah tidak ada gunanya. hari-hari dijalanin seperti orang yang tidak saling mengenal, dia membenciku dan menghindar dariku padahal kami rekan kerja. Aku berusaha terima juga, selalunya memang seperti itu kalo hubungan kami berakhir. menjengkelkan sekali.
kadang aku berfikir, seharusnya dulu aku tidak memilih pindah bekerja di sini. bermaksud memperbaiki yang rusak ujung-ujungnya malah tambah rusak. berfikir kalo ini semua adalah resiko dan harus aku terima tapi apa harus seperti ini???
Bukankah dulu kami kenal dan menjalani hubungan dengan cara yang baik tapi kenapa saat berakhir seperti ini. orang disekitar kami berkomentar yang macam-macam tentang sikapnya, mungkin dia tidak tahu tapi aku mendengar semuanya.
Seminggu yang lalu aku coba untuk mengajaknya berbicara, setidaknya kata-kata itu yang seharusnya aku ucapkan dihari aku memutuskan hubungan ini dan tentang sifatnya yang ditunjukkan pasca kejadian itu tapi kesempatan itu tidak pernah aku dapatkan karena dia memilih diam sejak aku mengambil keputusan itu. Aku berusaha secepatnya untuk ngomong tapi tidak ada waktu karena dia sibuk menghindar dan ketika ada waktu libur aku sakit gara-gara memikirkan masalah ini. memang terlambat tapi memang itu waktu tercepat yang aku bisa. dan sampai sekarang pembicaraan itu belum dan mungkin tidak akan pernah terjadi, aku pun tak mengharapkannya lagi.
Dan kini, ku biarkan semuanya yang telah terjadi, ku sadari mungkin bukan aku yang tercipta untuknya. kami dipertemukan dalam perjalanan menemukan cinta kami yang sesungguhnya dan semoga kami bisa temukan yang terbaik dari semua cinta yang pernah ditemui.
Aku masih di sini dengan kekecewaan dan berusaha untuk menghilangkan semua sakitku....
Semoga aku mampu.....



0 komentar:
Posting Komentar